Tampilkan postingan dengan label Tugas Kul. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tugas Kul. Tampilkan semua postingan

Rabu, 15 Desember 2010

RANGKUMAN KALIMAT EFEKTIF


     Kalimat efektif adalah kalimat yang dapat mewakili gagasan pembicara atau penulis serta dapat diterima maksudnya atau arti serta tujuannya seperti yang di maksud penulis.

Ciri-ciri kalimat efektif: (memiliki)
1. Kesatuan pikiran
     Memiliki subyek,predikat, serta unsur-unsur lain ( O/K) yang saling mendukung serta membentuk kesatuan tunggal.
Contoh kalimat : Di dalam keputusan itu merupakan kebijaksanaan yang dapat membantu keselamatan umum.
Kalimat ini tidak memiliki kesatuan karena tidak didukung subyek. Unsur di dalam keputusan itu bukanlah subyek, melainkan keterangan. Ciri bahwa unsur itu merupakan keterangan ditandai oleh keberadaan frase depan di dalam (ini harus dihilangkan)

2. Kepaduan
     Kata-kata itu harus dipadukan sehingga terbentuklah kerja sama yang saling mengikat dan kompak. Kepaduan berarti adanya hubungan timbal balik antar unsur yang membentuk kalimat (kata-kata) atau adanya interaksi antar kata yang menduduki fungsi dalam kalimat.
Kepaduan akan rusak oleh :
1. Letak kalimat tidak sesuai dengan pola kalimat
2. Salah menggunakan kata depan dan kata hubung
     3. Pemakaian kata yang tumpang tindih
4. Salah menggunakan keterangan aspek

3. Subjek dan predikat
     Struktur kalimat sekurang-kurangnya memiliki unsur subjek dan predikat. Subjek merupakan unsur inti/pokok pembicaraan. Perhatikan contoh berikut :
· Hakim menjatuhkan hukuman mati.
· Mencabut gigi dilakukan hanya dalam keadaan terpaksa.
· Metafisika adalah pengetahuan yang berkaitan dengan hal-hal nonfisik.
Kata-kata yang dicetak miring adalah subjek, dapat berupa kata atau kelompok kata, serta dapat berbentuk kata benda atau kata kerja. Ada juga subjek yang diberi keterangan di belakangnya. Kalimat harus mempunyai struktur yang jelas, setiap kata kelompok kata harus jelas fungsinya dalam kalimat. Perhatikan kalimat berikut.
Contoh :
Bangsa Indonesia menginginkan perdamaian dan persahabatan.
S                           P                               O
4. Pengembangan struktur dasar kalimat (Subjek dan Predikat)
     Kita dapat mengembangkan struktur dasar kalimat, dengan member keterangan tambahan pada subjek dan atau predikat. Proses penambahan keterangan pada struktur kalimat, dapat dilihat pada contoh berikut.
1) Aku/pelukis.
2) Aku seorang/pelukis.
3) Aku hanya seorang/pelukis.
4) Aku waktu itu sebetulnya hanya seorang/pelukis.
5) Aku waktu itu sebetulnya bukan hanya seorang/pelukis.
6) Aku waktu itu sebetulnya bukan hanya seorang/pelukis tradisional.
7) Aku waktu itu sebetulnya bukan hanya seorang/pelukis tradisional yang sesungguhnya.
     Sebuah kalimat yang mulanya sangat sederhana yang jumlah katanya sangat terbatas, dapat dikembangkan menjadi sebuah kalimat yang maksudnya jauh lebih jelas dan terang, tanpa mengubah struktur dasar kalimatnya.

5. Kalimat pasif dan kalimat aktif
Tulisan ilmiah berbahasa Indonesia banyak menggunakan kalimat pasif karena hendak menonjolkan objek. Hal ini sering ditafsirkan sebagai ungkapan tanpa kata ganti orang. Jika menggunakan kalimat aktif, subjek tidak dinyatakan tegas, saya, tetapi mengganti dengan kata penulis.


Syarat kalimat efektif
1. Penekanan
     Penekanan adalah upaya memberi tekanan pada kalimat merupakan upaya menonjolkan/ mementingkan pikiran pokok. Dalam bahasa lisan sering digunakan intonasi atau akting, sedangkan dalam bahasa tulis dapat dilakukan dengan cara :
  1. Alih bangun adalah pemindahan unsur kalimat, biasanya kata yang berada di awa kalimat merupakan kata yang dipentingkan.
  2. Pengulangan kata dalam sebuah kalimat kadang-kadang diperlukan untuk memberikan penekanan pada bagian ujaran yang dianggap penting. Pengulangan kata ini dapat membuat maksud kalimat menjadi ebih jeas dan jika dihilangkan kalimat akan menjadi kabur maknanya.
  3. Pertentangan dapat digunakan untuk memberi tekanan pada pikiran dengan cara menggunakan kata yang tidak langsung pada pikiran utama.
  4. Urutan logis dalam kalimat berarti mengurutkan sacara logis/kronologis unsur-unsur kalimat yang mengandung urutan kejadian atau proses.

2. Kesejajaran
     Kesejajaran ialah menempatkan gagasan yang sama penting dan fungsinya ke dalam struktur kebahasaan yang sama. Macam-macam kesejajaran :
1) Kesejajaran bentuk
Bila salah satu gagasan ditempatkan dalam struktur kata benda, maka kata lain yang berfungsi sama juga dalam struktur kata benda, begitu seterusnya. Jika kata kerja juga kata kata kerja, jika frase juga frase.
2) Kesejajaran makna
Kesejajaran makna timbul oleh adanya relasi makna antar satuan dalam kalimat (subjek, predikat, dan objek).
3) Kesejajaran rincian pilihan
Dalam kalimat yang mengandung rincian pilihan, sering terjebak oleh kalimat sebelum rincian sehingga antara kalimat dan rinciannya tidak mengandung kesejajaran yang benar.

3. Kehematan
     Kehematan juga merupakan unsur penting dalam kalimat efektif. Kehematan berarti penghematan kata, frase, atau struktur lain yang dianggap tidak perlu dalam kalimat. Kehematan dapat dilakukan dengan cara :
1) Penghematan subjek : Pengulangan subjek tidak akan membuat kalimat bertambah jelas.
2) Penghilangan hiponimi : hiponimi ialah makna kata yang lebih tinggi, misalnya merah mengandung makna kelompok warna.
3) Penghilangan kata depan dari dan daripada : Kata depan dari menyatakan arah (tempat) dan asal (asal-usul), sedangkan kata daripada menyatakan perbandingan dua benda atau dua hal. Kedua kata depan ini banyak dipakai secara tidak tepat.
4) Penyingkatan kata : Usaha yang dilakukan untuk menyingkat kata dalam kalimat ialah dengan menggantikan kata atau istilah yang panjang menjadi lebih pendek.
5) Penyingkatan ungkapan : Ungkapan yang panjang dapat dijadikan lebih singkat dan padat.
6) Penyingkatan kalimat : Kalimat yang panjang akan menyulitkan pembaca dalam memahami maknanya. Kalimat panjang dapat dipersingkat tanpa mengurangi maknanya.

4. Keterbacaan
     Seorang penulis yang baik adalah juga seorang pembaca yang baik, tetapi bukan berarti seorang pembaca yang baik adalah juga seorang penulis yang baik. Keterbacaan ialah derajat kemudahan sebuah tulisan untuk mudah dipahami maksudnya. Semakin tinggi keterbacaan akan semakin mudah tulisan dipahami, dan semakin rendah keterbacaan akan semakin sulit untuk dipahami maksudnya.
Untuk meningkatkan keterbacaan, perhatikan hal-hal berikut.
1) Kejelasan
Tulisan akan lebih mudah dipahami jika menggunakan kata-kata yang sudah umum/dikenal. Keterbacaan juga dipengaruhi oleh panjang pendek kalimat.
Ukuran kejelasan atas panjang pendek kalimat dalam bahasa Indonesia belum ada, tetapi kita dapat memakai ukuran yang diberikan oleh Rudolt Flesch dari Amerika Serikat.

5. Pengaruh bahasa inggris
     Struktur bahasa inggris sering mempengaruhi struktur bahasa Indonesia karena bahasa inggris dekat dengan pemakai bahasa Indonesia.
Perhatikan contoh berikut
The man to whom she is married has been married twicw before.
According to law, that action is wrong.
Kalimat bahasa inggris ini sering diterjemahkan secara harfiah menjadi
Laki-laki dengan siapa ia menikah telah menikah dua kali.
Menurut hukum, perbuatan itu adalah salah.
Seharusnya :
 Laki-laki yang menikahinya telah menikah dua kali.
Menurut hukum, perbuatan itu salah. (Eyang Ageng Sastranegara)


Referensi : Rahayu, Minto. 2009. Bahasa Indonesia. Jakarta: Grasindo.

Nama     : Judhy Ardhi Setiawan
Kelas     : 5 KA 22
Npm      : 17109331
Jurusan  : Sistem Informasi
Dosen   : Drs. Sugito Martodiwiryo

Rabu, 08 Desember 2010

RANGKUMAN BAB REPRODUKSI RINGKASAN DAN IKHTISAR

-->
                        
Ringkasan
1. Pengertian Ringkasan
     Ringkasan merupakan penyajian singkat dari suatu karangan asli, sedangkan perbandingan bagian atau bab dari karangan asli secara proporsional tetap di pertahankan dalam bentuknya yang singkat atau suatu cara yang efektif untuk menyajikan suatu karangan yang panjang dalam bentuk yang singkat. Kata précis berarti memotong atau memangkas.

2. Teknik Membuat Ringkasan
a. Membaca naskah asli. Kalau perlu penulis membaca ulang beberapa kali untuk mengetahui kesan umum tentang karangan itu secara menyeluruh. Penulis juga perlu mengetahui maksud pengarang dan sudut pandang pengarang.
b. Mencatat gagasan utama. Pencatatan itu dilakukan untuk dua tujuan, pertama, untuk tujuan pengamanan agar memudahkan penulis pada waktu meneliti kembali apakah pokok-pokok yang dicatat itu penting atau tidak; kedua, catatan ini juga akan menjadi dasar bagi pengolahan selanjutnya. Tujuan terpenting dari pencatatan ini adalah agar tanpa ikatan teks asli, penulis mulai menulis kembali untuk menyusun kembali untuk menyusun sebuah ringkasan dengan mempergunakan pokok-pokok yang telah dicatat.
c. Mengadakan reproduksi. Hal yang harus diperhatikan bahwa dengan catatan tadi, ia harus menyusun suatu wacana yang jelas dan dapat diterima akal sehat, dan sekaligus menggambarkan kembali isi dari karangan aslinya.
d. Ketentuan tambahan. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan agar ringkasan itu diterima sebagai suatu tulisan yang baik.

Resensi
     Pengertian resensi adalah suatu tulisan atau ulasan mengenai nilai sebuah hasil karya atau buku. Tujuan resensi adalah menyampaikan kepada para pembaca apakah sebuah buku atau hasil karya itu patut mendapat sambutan dari masyarakat atau tidak. Karena pertimbangan yang disampaikan penulis resensi itu harus disesuaikan dengan selera pembaca, maka sebuah resensi yang disiarkan melalui sebuah majalah mungkin tidak sama dengan yang disiarkan pada majalah lain. Disamping itu pertimbangan-pertimbangan buku harus disesuaikan dengan tingkat pendidikan para pembacanya. Dasar resensi oleh penulis untuk memberi pertimbangan atau penilaian secara obyektif atas sebuah hasil karya atau buku, penulis harus memperhatikan dua faktor, yaitu: pertama, penulis resensi harus memahami sepenuhnya tujuan dari pengarang aslinya, dan kedua ia harus menyadari sepenuhnya apa maksudnya membuat resensi itu. Penulis resensi harus menemukan apa tujuan pengarang dalam menulis buku itu. Seperti halnya dengan semua tulisan yang lain, resensi harus dibuat dengan memperhatikan kualitas pembacanya. Singkatnya penulis resensi harus benar-benar memperhatikan kewajiban mana yang harus dipenuhinya dalam membuat resensi itu, yaitu: kewajibannya terhadap para pembaca, dan bagaimana penilaiannya atas buku itu.
     Sasaran-sasaran resensi harus memiliki pokok-pokok yang dijadikan penilaian sebuah buku atau karya, yaitu: Pertama, Latar belakang yaitu dimana penulis dapat mulai dengan mengemukakan tema dari karangan itu. Kedua, Macam atau jenis buku yaitu para pembaca-pembaca tidak selalu mempunyai selera yang sama. Ketiga, Keunggulan buku yaitu yang dipergunakan untuk memberi evaluasi adalah mengemukakan segi-segi yang menarik dari buku tersebut. Keempat, Nilai buku yaitu nilai sebuah buku baru akan lebih jelas bila dibandingkan dengan karya-karya lainnya, baik yang ditulis oleh pengarang itu sendiri, maupun yang ditulis oleh pengarang-pengarang lainnya. Dan yang kelima adalah Penerapan. (Eyang Ageng Sastranegara)

Sumber :Buku Komposisi. Karangan Gorys Keraf, Bab Reproduksi Naskah

Nama   : Judhy Ardhi Setiawan
Kelas   : 5KA22
NPM   : 17109331
Jurusan : Sistem Informasi
Dosen   : Drs. Sugito Martodiwiryo

Senin, 29 November 2010

Hubungan Bahasa Indonesia dan Etika

-->
     Arus globalisasi berimbas pada penggunaan dan keberadaan bahasa Indonesia di masyarakat. Penggunaan bahasa di dunia maya, internet, facebook misalnya, memberi banyak perubahan bagi sturktur bahasa Indonesia yang oleh beberapa pihak disinyalir merusak bahasa itu sendiri. Berlandaskan alasan globalisasi dan prestise, masyarakat mulai kehilangan rasa bangga menggunakan bahasa nasional. Tidak hanya pada rakyat kecil, ‘krisis bahasa’ juga ditemukan pada para pejabat negara. Kurang intelek katanya kalau dalam setiap ucapan tidak dibumbui selingan bahasa asing yang sebenarnya tidak perlu. Hal tersebut memunculkan istilah baru, yaitu ‘Indoglish’ kependekan dari ‘Indonesian-English’ untuk fenomena bahasa yang kian menghantam bahasa Indonesia. Sulit dipungkiri memang, bahasa asing kini telah menjamur penggunaannya. Mulai dari judul film, judul buku, judul lagu, sampai pemberian nama merk produk dalam negeri. Kita pun merasa lebih bangga jika lancar dalam berbicara bahasa asing. Namun, apapun alasannya, entah itu menjaga prestise, mengikuti perkembangan zaman, ataupun untuk meraup keuntungan, tanpa kita sadari secara perlahan kita telah ikut andil dalam mengikis kepribadian dan jati diri bangsa kita sendiri.

     Sekarang ini penggunaan bentuk ‘Inggris’ sudah banyak menggejala. Dalam bidang internet dan komputer kita banyak menggunakan kata mendownload, mengupload, mengupdate, dienter, direlease, didiscount, dan lain sebagainya. Tidak hanya dalam bidang komputer saja, di bidang lain pun sering kita jumpai. Selain bahasa Asing, kedudukan bahasa Indonesia juga semakin terdesak dengan pemakain bahasa-bahasa gaul di kalangan remaja. Bahasa gaul ini sering kita temukan dalam pesan singkat atau sms, chatting, dan sejenisnya.

     Untuk itu, Bahasa Indonesia harus tetap digunakan pada rel yang benar, agar perilaku generasi bangsa tidak semakin memburuk di masa depan. Hal ini penting, sebab bahasa merupakan sesuatu yang digunakan sehari-hari, apabila bahasa yang digunakan buruk, maka dapat dikatakan bahwa hal itu merupakan perilaku buruk yang akan mempengaruhi kepada psikologi pribadi dan tata nilai di masyarakat. Jangan menganggap remeh bahasa yang digunakan sehari-hari, apakah itu Bahasa Indonesia atau Bahasa Daerah, yang jelas norma-norma dan kaidah-kaidah berbahasa sangat kuat pengaruhnya bagi diri pribadi dan bagi orang lain. Sudah pasti Bahasa Indonesia yang berlaku saat ini merupakan bahasa yang baik, di dalamnya terdapat amanat agar bangsa kita menggunakan Bahasa Indonesia dengan baik dan bijaksana, dengan sopan dan beretika, hanya orangnya saja yang menggunakan Bahasa Indonesia terkadang tidak beretika, misalnya dengan berkata kasar, mencaci-maki, mencela, berbicara jorok, dan lain-lain.

SIMPULAN
     Berdasarkan pembahasan ini dapat ditarik simpulan bahwa era global dengan berbagai kemajuan teknologi informasi dan komunikasi sangat berpengaruh terhadap eksistensi bahasa Indonesia. Namun demikian, dengan kemajuan teknologi seharusnya bisa kita manfaatkan dalam pemertahanan bahasa Indonesia. Intinya adalah gunakanlah bahasa dengan baik dan dengan beretika, karena bahasa merupakan cermin moral dan etika. (Eyang Ageng Sastranegara)


   

Nama     : Judhy Ardhi Setiawan
Kelas     : 5 KA 22
Npm      : 17109331
Jurusan  : Sistem Informasi
Dosen   : Drs. Sugito Martodiwiryo

Senin, 22 November 2010

Peran dan Fungsi Bahasa Indonesia dalam IPTEK dan IPTAK

-->
A. Bahasa Indonesia dalam Ilmu Pengetahuan dan Teknologi

     Bahasa Indonesia berfungsi sebagai bahasa pendukung ilmu pengetahuan dan teknologi modern untuk kepentingan nasional kita. Bahasa adalah kunci untuk membuka khasanah pengetahuan. Dalam buku ilmu pengetahuan terdapat ilmu pengetahuan dan teknologi dari berbagai disiplin ilmu. Dengan bahasalah, kita dapat menguasai ilmu tersebut.

     Seperti kita ketahui bahwa ilmu pengetahuan di Indonesia masih tertinggal jika dibandingkan dengan di negara-negara maju seperti Negara-negara di Eropa dan Amerika. Perkembangan bahasa Inggris seimbang dengan ilmu pengetahuannya. Hal tersebut karena buku-buku yang dipergunakan untuk memperkenalkan ilmu pengetahuan dan teknologi berbahasa Inggris. Keadaan tersebut tidak sebaik pada bahasa Indonesia. Bahasa Indonesia selalu ketinggalan, perkembangannya tak selaju perkembangan budaya bangsanya. Oleh sebab itu, walaupun bahasa Indonesia sudah berperan sebagai alat persatuan tetapi belum dapat berperan sebagai pengantar ilmu pengetahuan.

     Upaya apa yang harus kita lakukan untuk menjawab tantangan tersebut. Pertama kita harus membiasakan sikap ilmiah dengan cara melengkapi buku-buku ilmiah sebagai salah satu syarat. Menurut Halim (dalam Bakry, 1981:179) kesalahan tersebut bukan karena ketidakmampuan bahasa Indonesia sebagai pengantar ilmu pengetahuan, tetapi karena kekurangan bahasa Indonesia dalam hal peristilahan ilmu pengetahuan dan teknologi. Sekarang ini Pusat Bahasa masih memberlakukan upaya untuk menciptakan istilah-istilah baru untuk bidang ilmu pengetahuan dan teknologi.

     Usaha lain yang harus dilakukan untuk mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi adalah dengan cara harus menerjemahkan semua buku ilmu pengetahuan di dunia ini ke dalam bahasa Indonesia. Dengan adanya informasi ilmiah pengetahuan yang berarti meningkatkan mutu bahasa Indonesia sebagai bahasa Ilmiah.

B. Bahasa Indonesia dalam Kegiatan Keagamaan

     Bahasa Indonesia banyak dipergunakan dalam aktivitas keagamaan sebagai alat/sarana komunikasi untuk menginformasikan pesan-pesan keagamaan kepada masyarakat. Hal tersebut sudah terjadi sejak negara maritim Sriwijaya yang beribu kota di Sumatra pernah menjadi pusat pengajian dan penyiaran agama Budha.

     Begitu pula dengan agama Islam ketika masuk ke wilayah Asia Tenggara. Bahasa Melayu ikut memegang peranan penting untuk penyebarannya agama ke daerah-daerah yang jauh. Demikian pula dengan bangsa Portugis, bangsa Eropa yang pertama kali datang ke Indonesia, dalam usaha perdagangan dan misinya menyebarkan agama di Kepulauan Maluku, juga menggunakan bahasa Melayu bukan bahasa Portugis dan bukan pula bahasa setempat sebagai bahasa pengantar.

     Bahasa Indonesia dapat disebutkan kegiatan keagamaan yang menggunakan bahasa Indonesia sebagai sarana komunikasi juga sudah ada sejak lama sekali.
Adanya mantra-mantra yang sampai sekarang menunjukkan bukti kegiatan itu. Para ahli berpendapat bahwa mantra-mantra itu sudah ada sejak sebelum agama Islam datang ke Indonesia, bahkan sebelum agama Hindu dan Budha. Mantra-mantra itu diajarkan oleh guru kepada murid, oleh generasi yang satu kepada generasi berikutnya. Semua itu masih serba lisan sebab pada saat itu tulisan belum dikenal. Ini membuktikan bahwa saat itu bahasa Indonesia dipakai sebagai sarana komunikasi keagamaan.
Kesimpulannya :
     Dalam IPTEK bahasa Indonesia berperan sebagai pengantar ilmu pengetahuan dan dalam IPTAK berperan sebagai sarana komunikasi keagamaan.
     Fungsi Bahasa secara garis besar, yaitu sebagai sarana ekpresi diri, sebagai alat komunikasi, sebagai alat integrasi dan adaptasi sosial, dan sebagai alat kontrol sosial. Sedangkan fungsi bahasa dalam masyarakat adalah alat untuk berkomunikasi dengan sesama manusia, alat untuk bekerja sama dengan sesama manusia, dan alat untuk mengidentifikasi diri. (Eyang Ageng Sastranegara)

Referensi : http://zharq.blogspot.com/2010/03/peran-dan-fungsi-bahasa-indonesia-dalam.html

   

Nama     : Judhy Ardhi Setiawan
Kelas     : 5 KA 22
Npm      : 17109331
Jurusan  : Sistem Informasi
Dosen   : Drs. Sugito Martodiwiryo

Senin, 15 November 2010

PENERAPAN IT DALAM KEHIDUPAN SEHARI-HARI



     Dari waktu ke waktu teknologi informasi mengalami perubahan dan perkembangan yang sangat cepat dan saat ini sudah menjadi tuntutan masyarakat yang tidak dapat ditawar lagi. Tujuan utama perkembangan teknologi informasi adalah perubahan kehidupan masa depan manusia yang lebih baik, mudah, murah, cepat dan aman. Kemajuan teknologi informasi, telah melahirkan banyak perubahan mendasar dalam kehidupan manusia saat ini, memberikan banyak kemudahan dan membantu pekerjaan manusia. Teknologi Informasi tak bisa dipungkiri memberikan kontribusi yang signifikan terhadap kehidupan manusia. Mulai dari wahana teknologi informasi yang paling sederhana berupa perangkat radio dan televisi, hingga internet dan telepon genggam.

     Ketersediaan informasi yang dapat diakses tanpa batas waktu secara cepat melalui telepon rumah, telepon genggam, televisi, komputer, jaringan internet dan berbagai media elektronik, telah menggeser cara manusia bekerja, belajar, mengelola perusahaan, menjalankan pemerintahan, berbelanja ataupun melakukan kegiatan perdagangan. Dalam dunia perbankan teknologi Internet mulai menjadi trend. Pelayanan (servis) ini mulai menjadi tuntutan dari sebagian nasabah bank, sama halnya dengan servis ATM dan phone banking atau SMS banking. Akan aneh jika sebuah bank tidak mengikuti trend ini karena telah merupakan bagian pelayanan prima dari suatu bank. Adanya tuntutan internet banking ini datangnya dari nasabah yang menginginkan servis cepat, aman, nyaman murah dan tersedia setiap saat dan dapat diakses dari mana saja baik itu dari HP, Komputer, laptop, notebook, PDA, dan sebagainya.

     Istilah teknologi informasi pada dasarnya merupakan gabungan dua istilah dasar yaitu teknologi dan informasi. Teknologi dapat diartikan sebagai pelaksanaan ilmu. Dalam ensiklopedia manajemen teknologi dijelaskan sebagai suatu metode penerapan ilmu pengetahuan untuk kebutuhan kehidupan manusia. Sedangkan pengertian informasi adalah sesuatu yang dapat diketahui. Namun ada pula yang menekankan informasi sebagai transfer pengetahuan. Menurut RUU teknologi informasi mengartikan teknologi informasi sebagai suatu teknik untuk mengumpulkan, menyiapkan, menyimpan, memanipulasi, mengumumkan, menganalisa, dan menyebarkan informasi dengan tujuan tertentu. Sedangkan informasi dalam ensiklopedia manajemen berarti data yang telah diproses ke dalam bentuk yang bermakna. Informasi itu sendiri mencakup data, teks, image, suara, kode, program komputer, database.
Sebuah informasi dapat dikatakan berguna apabila ditopang oleh tiga hal :
1. Tepat pada kebutuhannya atau relevan.
2. Tepat pada waktunya atau timelines.
3. Tepat nilainya atau sangat cepat dan pesat dan saat ini sudah menjadi tuntutan masyarakat yang tidak dapat ditawar lagi.

     Informasi dapat mengalir dengan sangat cepat dan menyeruak ruang kesadaran banyak orang. Perubahan informasi kini tidak lagi ada dalam skala minggu atau hari atau bahkan jam, melainkan sudah berada dalam skala menit dan detik. Sebagai contoh adalah seseorang dari Indonesia mengirimkan sejumlah uang untuk anaknya yang sekolah di Australia, pada saat yang hampir bersamaan si anak langsung menerima uangnya lewat bank atau ATM. Perubahan harga saham sebuah perusahaan di Bursa Efek Jakarta hanya membutuhkan waktu kurang dari sepersepuluh detik untuk diketahui di Surabaya. demikian juga pertandingan sepak bola dunia di Inggris, pada waktu yang bersamaan bisa disaksikan dari seluruh dunia. (Eyang Ageng Sastranegara)
   

Nama     : Judhy Ardhi Setiawan
Kelas     : 5 KA 22
Npm      : 17109331
Jurusan  : Sistem Informasi
Dosen   : Drs. Sugito Martodiwiryo

Senin, 08 November 2010

Profil diri


     Pada tanggal 23 Juli hari sabtu pahing lahirlah seorang bayi mungil yang lucu, cakep, imut, dan baik hati yang di beri nama Judhy Ardhi Setiawan, yang menurut orang tuanya nama itu memiliki arti jujur, adil, arif, baik hati, dan setia kawan. Teman-temanku biasa memanggil aku Judy, sedangkan dirumah aku biasa dipanggil dengan sebutan Ade karena Aku adalah anak bungsu.

     Aku terlahir di keluarga yang sangat menyenangkan, Ayahku bernama Sumardi. Ayahku bekerja sebagai pegawai swasta di sebuah perusahaan terkemuka di Jakarta, beliau seorang ayah yang sangat humoris. Sedangkan mamaku tercinta bernama Rini. Beliau adalah seorang ibu rumahtangga yang sangat menyayangi dan memperhatikan anak-anaknya. Maka dari itu aku bangga sekali sebagai anak mereka. Aku anak kedua dari dua bersaudara, saudara perempuanku bernama Riza Sandra Kartikasari. Aku beralamat di Perumahan Taman Harapan Baru Blok A3 No.9 RT 09 RW 26 Bekasi. Aku merupakan seorang yang cuek, pendiam ,dan pemalu maka dari itu orang yang belum mengenalku sering mengangap aku jutek dan sombong. Namun apabila telah mengenal aku maka orang akan mengetahui bahwa sifatku yang sebenarnya adalah lucu, baik hati, menyenangkan, dan tidak sombong. Hobiku sebenarnya banyak, tapi yang paling aku sukai adalah mendengarkan musik dan membaca, dari kecil mamaku sering membelikan aku buku bacaan, dan yang paling aku sukai adalah cerita tentang sejarah kerajaan, novel–novel misteri dan konspirasi. Sedangkan musik yang aku suka adalah musik yang bergenre Punk Rock, namun aku juga menyukai lagu–lagu pop lama seperti The Beatles, Scorpion, dan Air Supply. Cita-citaku waktu kecil adalah ingin menjadi dokter, tapi seiring berjalannya waktu maka cita-citaku sekarang berubah yaitu ingin membahagiakankan orangtua, dan bisa jadi orang sukses dan memiliki usaha sendiri, syukur–syukur bisa juga menjadi programer yang handal dan menciptakan suatu penemuan baru seperti tokoh idola saya Bill Gates yang mendirikan Microsoft dan Steve Jobs pendiri Apple.

     Masa kecilku kulewati dengan hal-hal yang sangat menarik misalnya saja sewaktu umurku 4 tahun tepatnya pada tahun 1992 aku bersekolah di Taman Kanak-kanak Indah Dahlia yang berlokasi di Duren Sawit Jakarta Timur, disana aku dikenal sebagai anak yang aktif dan suka jahil terhadap teman–temanku. Pada tahun 1994 aku meneruskan di Sekolah Dasar St. Maria Immacullata yang terletak di daerah Jakarta Timur. setelah lulus Sekolah Dasar Pada tahun 2000 aku lalu meneruskan di Sekolah Menengah Pertama Budhaya St. Agustinus. Kemudian Pada tahun 2003 aku bersekolah di SMA Negeri 59 Jakarta, namun karena Ayahku pensiun dan berniat membuka usaha di daerah Bekasi maka sejak kelas 2 SMA aku pindah sekolah ke SMA Negeri 10 bekasi. Sewaktu SMA aku banyak menemukan hal-hal baru yang menarik minatku contohnya saja disana pertama kali aku tertarik dengan komputer karena guru komputerku yang mengajarkan cara membuat web dengan html dan juga cara membuat program-program sederhana dengan bahasa pemrograman VB. Karena ketertarikanku akan komputer itu maka setelah lulus SMA aku memutuskan untuk mengambil kuliah yang berhubungan dengan komputer. Pada tahun 2006 akhirnya aku meneruskan kuliah di Perguruan Tinggi Universitas Gunadarma, aku memilih Universitas Gunadarma karena pertimbangan bahwa Univesitas Gunadarma merupakan salah satu Universitas swasta yang sudah terkenal namanya dalam bidang teknologi informasi. Aku mengambil jurusan Manajemen Informatika jenjang D3, setelah 3 tahun kuliah aku berhasil menyelesaikan program D3 dan langsung melanjutkan kuliah mengambil program S1 Sistem Informasi, masih di Universitas Gunadarma.  

     Aku sangat menyukai pergi ke tempat-tempat wisata yang menawarkan keindahan panorama alamnya. Pada waktu SMA aku juga mengikuti kegiatan ekstra kulikuler pecinta alam sehingga saya sering mengikuti kegiatan naik gunung. Setiap berada di puncak gunung ada kepuasan tersendiri yang aku rasakan karena telah berhasil naik sampai kepuncak, selain itu ada juga perasaan nyaman karena sejuk dan damainya suasana pegunungan yang masih alami dan belum terpolusi. Aku sangat menikmati berada di tempat-tempat yang bersuasana sejuk dan alami. Kebetulan kampung halaman ayahku masih memiliki suasana keindahan alam yang asri. Di desa ayahku tepatnya di daerah Wonosari Yogyakarta masih sangat terjaga kebersihan dan keindahan alamnya. Disana terdapat sebuah goa yang sangat indah bernama goa Gremeng, di dalam goa itu terdapat batuan-batuan stalaknit yang bergantung dan terukir dengan indahnya pada atap-atap goa tersebut. Selain itu air yang mengalir dari goa tersebut sangat jernih dan dingin. Karena itu aku sangat senang sekali setiap berkujung ke kampung halaman ayahku. (Eyang Ageng Sastranegara)
   
Nama     : Judhy Ardhi Setiawan
Kelas  
   : 5 KA 22
Npm   
   : 17109331
Jurusan   : Sistem Informasi
Dosen
     : Drs. Sugito Martodiwiryo

Rabu, 29 September 2010

Dampak Situs Jejaring Sosial di Kalangan Mahasiswa

Internet merupakan salah satu hasil dari kecanggihan dan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi buatan manusia. Internet adalah singkatan dari Interconnected Networking yang apabila diartikan dalam bahasa Indonesia berarti rangkaian komputer yang terhubung di dalam beberapa rangkaian jaringan. Fungsi internet bermacam-macam, dan salah satunya adalah sebagai tempat komunitas jejaring sosial dunia maya. Jejaring sosial merupakan suatu layanan dari sebuah cakupan sistem software internet yang memungkinkan penggunanya dapat berinteraksi dan berbagi data dengan pengguna yang lain dalam skala yang besar.

Situs jejaring sosial di internet bermacam-macam jenis dan bentuknya, namun yang paling dikenal  dikalangan mahasiswa adalah facebook, friendster, My Space, dan twitter. Sebagai tempat berkumpulnya para jaringan maka situs jejaring sosial juga memiliki dua sisi yang berbeda, yaitu sisi positif dan sisi negatif yang saling mengisi kekurangan serta kelebihan dari situs jejaring sosial itu sendiri.

Berikut adalah contoh dampak situs jejaring sosial di kalangan mahasiswa
   * Dampak positif :
  • Menjadikan Anda lebih percaya diri dalam bergaul dengan orang-orang, Bila dalam diri Anda melekat sifat pemalu, maka sifat tersebut dapat tertutupi karena Anda akan berinteraksi dengan jaringan atau teman-teman Anda melalui kata dalam layar monitor.
  • Selain sebagai tempat berinteraksi dengan jaringan, Anda dapat menggunakan situs jejaring sosial sebagai sarana reuni atau mencari kawan lama Anda.
  • Sebagai media yang baik untuk mempromosikan diri.
  * Dampak negatif :
  • Lupa waktu, selalu ingin menghabiskan lebih banyak waktu di internet sehingga akan menguras waktu efektif yang ada dan mengurangi waktu belajar siswa
  • Berkurangnya kemampuan sosialisasi, begitu juga dalam memahami bahasa tubuh lawan bicara. Hal ini dikarenakan tidak terbiasa untuk berkomunikasi secara langsung sehingga dapat menyebabkan seseorang menjadi penyendiri dan susah bergaul.
  • Menjadi media penyebaran pornografi, baik berupa foto maupun video yang di unggah di situs-situs jejaring sosial.

Diharapkan sebagai seorang mahasiswa yang mempunyai nalar dan pikiran kritis terhadap persoalan yang ada, dapat menggunakan situs-situs jejaring sosial dengan lebih bijaksana dan sesuai dengan aturan, agar dampak negatif yang ditimbulkan menjadi lebih berkurang.





sumber : http://www.kulinet.com/baca/facebook-dan-tali-silaturahmi/813/

Jumat, 25 Juni 2010

Tata Cara Pendirian CV

CV atau Commanditaire Vennootschap adalah bentuk badan usaha yang tidak terlalu besar. Bentuk itu adalah CV yang selama ini banyak kita kenal dan lihat kefiatann usahanya misalnya dalam jasa konstruksi bangunan, bahan bangunan, tekstil, garmen maupun makanan.

Bentuk usaha ini memang biasa dilakukan oleh perusahaan pertemanan yang tidak terlalu besar atau perusahaan saudara yang lebih dibesarkan dari sekedar perusahaan perseorangan.

CV dapat didirikan dengan syarat dan prosedur yang lebih mudah daripada PT, yaitu hanya mensyaratkan pendirian oleh 2 orang, dengan menggunakan akta Notaris yang berbahasa Indonesia. Walaupun dewasa ini pendirian CV mengharuskan adanya akta notaris, namun dalam Kitab Undang-Undang Hukum Dagang dinyatakan bahwa pendirian CV tidak mutlak harus dengan akta Notaris.

Sebuah situs konsultasi hukum menjelaskan bahwa CV adalah sebuah persejutuan firma yang di dalamnya terdapat satu atau beberapa sekutu komanfiter, yakni sekutu yang hanya menyerahkan secara langsung dengan pengurusan ataupun penguasaan dalam persekutuan

Dasar hukum bagi pembentukan CV ada pada Pasal 35 KUHD (Pasal 16 - 35 dan 19 - 21).

Menurut dasar hukumnya bisa disimpulkan bahwa CV adalah persekutuan secara melepas uang/persekutuan komanditer, didirikan atas satu atau beberapa orang yang bertanggung jawab secara pribadi untuk keseluruhan dengan satu atau beberapa orang pelepas uang.

Pada saat para pihak sudah sepakat untuk mendirikan CV, maka dapat datang ke kantor Notaris dengan membawa KTP. Untuk pendirian CV, tidak diperlukan adanya pengecekan nama CV terlebih dahulu. Oleh karena itu proses nya akan lebih cepat dan mudah dibandingkan dengan pendirian PT.

Pada waktu pendirian CV via Notaris yang harus dipersiapkan antara lain:
1. Calon nama yang akan digunakan oleh CV tersebut
2. Tempat kedudukan dari CV
3. Siapa yang akan bertindak selaku Persero aktif, dan siapa yang akan bertindak selaku persero diam.
4. Maksud dan tujuan yang spesifik dari CV tersebut (walaupun tentu saja dapat mencantumkan maksud dan tujuan yang seluas-luasnya).

Untuk menyatakan telah berdirinya suatu CV, sebenarnya cukup hanya dengan akta Notaris tersebut, namun untuk memperkokoh posisi CV tersebut, sebaiknya CV tersebut di daftarkan pada Pengadilan Negeri setempat dengan membawa kelengkapan berupa Surat Keterangan Domisili Perusahaan (SKDP) dan NPWP atas nama CV yang bersangkutan.

Apakah itu akta, SKDP, NPWP dan pendaftaran pengadilan saja sudah cukup?
Sebenarnya semua itu tergantung pada kebutuhannya. Dalam menjalankan suatu usaha yang tidak memerlukan tender pada instansi pemerintahan, dan hanya digunakan sebagai wadah berusaha, maka dengan surat-surat tersebut saja sudah cukup untuk pendirian suatu CV.

Namun, apabila menginginkan ijin yang lebih lengkap dan akan digunakan untuk keperluan tender, biasanya dilengkapi dengan surat-surat lainnya yaitu:
1. Surat Pengukuhan Pengusaha Kena Pajak (PKP)
2. Surat Ijin Usaha Perdagangan (SIUP)
3. Tanda Daftar Perseroan (khusus CV)
4. Keanggotaan pada KADIN Jakarta.

Nah, jika Anda ingin CV terdaftar di Pengadilan Negeri setempat, maka kita juga dapat mempergunakan Biro Jasa yang biasa mengurusan perijinan usaha. Data atau berkas yang akan diminta sbb (hampir sama sih seperti yang diatas):
1. Nama CV
2. Maksud dan Tujuan
3. Min. 2 Pendiri perseroan (Direktur dan Komisaris)
4. Modal
5. Tempat Usaha harus Ruko.
6. Fc. PBB tahun terakhir yang sudah lunas dan bukti kepemilikan/sewa kantor (ruko).
7. Fc. KTP Pendiri.
8. Fc. KK direktur.
9. Pas photo direktur (penanggungjawab) berwarna ukuran 3x4 (3 lembar) .
10. Stempel CV.

Outputnya nanti berupa:
• Salinan Akta Pendirian
• Domisili
• NPWP
• SIUP
• TDP
• Pendaftaran Pengadilan Negeri

Jangka waktu pengurusan semua ijin-ijin tersebut dari pendirian sampai dengan selesai lebih kurang selama 2 - 3 bulan. Sedangkan biaya biasanya berkisar antara Rp. 2 - 4 jt (kalau di Notaris cenderung lebih mahal daripada Biro Jasa tentunya).


Sumber : http://beeonly.multiply.com/reviews/item/10

IT FORENSICS

IT Forensics

I. Audit IT.
I.1. Pengertian Audit IT.
Secara umum Audit IT adalah suatu proses kontrol pengujian terhadap infrastruktur teknologi informasi dimana berhubungan dengan masalah audit finansial dan audit internal. Audit IT lebih dikenal dengan istilah EDP Auditing (Electronic Data Processing), biasanya digunakan untuk menguraikan dua jenis aktifitas yang berkaitan dengan komputer. Salah satu penggunaan istilah tersebut adalah untuk menjelaskan proses penelahan dan evaluasi pengendalian-pengendalian internal dalam EDP. Jenis aktivitas ini disebut sebagai auditing melalui komputer. Penggunaan istilah lainnya adalah untuk menjelaskan pemanfaatan komputer oleh auditor untuk melaksanakan beberapa pekerjaan audit yang tidak dapat dilakukan secara manual. Jenis aktivitas ini disebut audit dengan komputer.
Audit IT sendiri merupakan gabungan dari berbagai macam ilmu, antara lain Traditional Audit, Manajemen Sistem Informasi, Sistem Informasi Akuntansi, Ilmu Komputer, dan Behavioral Science. Audit IT bertujuan untuk meninjau dan mengevaluasi faktor-faktor ketersediaan (availability), kerahasiaan (confidentiality), dan keutuhan (integrity) dari sistem informasi organisasi.

I.2. Sejarah singkat Audit IT
Audit IT yang pada awalnya lebih dikenal sebagai EDP Audit (Electronic Data Processing) telah mengalami perkembangan yang pesat. Perkembangan Audit IT ini didorong oleh kemajuan teknologi dalam sistem keuangan, meningkatnya kebutuhan akan kontrol IT, dan pengaruh dari komputer itu sendiri untuk menyelesaikan tugas-tugas penting. Pemanfaatan teknologi komputer ke dalam sistem keuangan telah mengubah cara kerja sistem keuangan, yaitu dalam penyimpanan data, pengambilan kembali data, dan pengendalian. Sistem keuangan pertama yang menggunakan teknologi komputer muncul pertama kali tahun 1954. Selama periode 1954 sampai dengan 1960-an profesi audit masih menggunakan komputer. Pada pertengahan 1960-an terjadi perubahan pada mesin komputer, dari mainframe menjadi komputer yang lebih kecil dan murah. Pada tahun 1968, American Institute of Certified Public Accountants (AICPA) ikut mendukung pengembangan EDP auditing. Sekitar periode ini pula para auditor bersama-sama mendirikan Electronic Data Processing Auditors Association (EDPAA). Tujuan lembaga ini adalah untuk membuat suatu tuntunan, prosedur, dan standar bagi audit EDP. Pada tahun 1977, edisi pertama Control Objectives diluncurkan. Publikasi ini kemudian dikenal sebagai Control Objectives for Information and Related Technology (CobiT). Tahun 1994, EDPAA mengubah namanya menjadi Information System Audit (ISACA). Selama periode akhir 1960-an sampai saat ini teknologi TI telah berubah dengan cepat dari mikrokomputer dan jaringan ke internet. Pada akhirnya perubahan-perubahan tersebut ikut pula menentukan perubahan pada audit IT. 

I.3. Jenis Audit IT.
1. Sistem dan aplikasi.
Audit yang berfungsi untuk memeriksa apakah sistem dan aplikasi sesuai dengan kebutuhan organisasi, berdayaguna, dan memiliki kontrol yang cukup baik untuk menjamin keabsahan, kehandalan, tepat waktu, dan keamanan pada input, proses, output pada semua tingkat kegiatan sistem.
2. Fasilitas pemrosesan informasi.
Audit yang berfungsi untuk memeriksa apakah fasilitas pemrosesan terkendali untuk menjamin ketepatan waktu, ketelitian, dan pemrosesan aplikasi yang efisien dalam keadaan normal dan buruk.
3. Pengembangan sistem.
Audit yang berfungsi untuk memeriksa apakah sistem yang dikembangkan mencakup kebutuhan obyektif organisasi.
4. Arsitektur perusahaan dan manajemen TI.
Audit yang berfungsi untuk memeriksa apakah manajemen TI dapat mengembangkan struktur organisasi dan prosedur yang menjamin kontrol dan lingkungan yang berdaya guna untuk pemrosesan informasi.
5. Client/Server, telekomunikasi, intranet, dan ekstranet.
Suatu audit yang berfungsi untuk memeriksa apakah kontrol-kontrol berfungsi pada client, server, dan jaringan yang menghubungkan client dan server.

I.4. Metodologi Audit IT.
Dalam praktiknya, tahapan-tahapan dalam audit IT tidak berbeda dengan audit pada umumnya, sebagai berikut :
1. Tahapan Perencanaan.
Sebagai suatu pendahuluan mutlak perlu dilakukan agar auditor mengenal benar obyek yang akan diperiksa sehingga menghasilkan suatu program audit yang didesain sedemikian rupa agar pelaksanaannya akan berjalan efektif dan efisien.
2. Mengidentifikasikan reiko dan kendali.
Untuk memastikan bahwa qualified resource sudah dimiliki, dalam hal ini aspek SDM yang berpengalaman dan juga referensi praktik-praktik terbaik.
3. Mengevaluasi kendali dan mengumpulkan bukti-bukti.
Melalui berbagai teknik termasuk survei, interview, observasi, dan review dokumentasi.
4. Mendokumentasikan.
Mengumpulkan temuan-temuan dan mengidentifikasikan dengan auditee.
5. Menyusun laporan.
Mencakup tujuan pemeriksaan, sifat, dan kedalaman pemeriksaan yang dilakukan.

I.5. Alasan dilakukannya Audit IT.
Ron Webber, Dekan Fakultas Teknologi Informasi, monash University, dalam salah satu bukunya Information System Controls and Audit (Prentice-Hall, 2000) menyatakan beberapa alasan penting mengapa Audit IT perlu dilakukan, antara lain :
1. Kerugian akibat kehilangan data.
2. Kesalahan dalam pengambilan keputusan.
3. Resiko kebocoran data.
4. Penyalahgunaan komputer.
5. Kerugian akibat kesalahan proses perhitungan.
6. Tingginya nilai investasi perangkat keras dan perangkat lunak komputer.

I.6. Manfaat Audit IT.
A. Manfaat pada saat Implementasi (Pre-Implementation Review)
1. Institusi dapat mengetahui apakah sistem yang telah dibuat sesuai dengan kebutuhan ataupun memenuhi acceptance criteria.
2. Mengetahui apakah pemakai telah siap menggunakan sistem tersebut.
3. Mengetahui apakah outcome sesuai dengan harapan manajemen.
B. Manfaat setelah sistem live (Post-Implementation Review)
1. Institusi mendapat masukan atas risiko-risiko yang masih yang masih ada dan saran untuk penanganannya.
2. Masukan-masukan tersebut dimasukkan dalam agenda penyempurnaan sistem, perencanaan strategis, dan anggaran pada periode berikutnya.
3. Bahan untuk perencanaan strategis dan rencana anggaran di masa mendatang.
4. Memberikan reasonable assurance bahwa sistem informasi telah sesuai dengan kebijakan atau prosedur yang telah ditetapkan.
5. Membantu memastikan bahwa jejak pemeriksaan (audit trail) telah diaktifkan dan dapat digunakan oleh manajemen, auditor maupun pihak lain yang berwewenang melakukan pemeriksaan.
6. Membantu dalam penilaian apakah initial proposed values telah terealisasi dan saran tindak lanjutnya.

II. IT Forensics.
II.1. Beberapa definisi IT Forensics.
1. Definisi sederhana, yaitu penggunaan sekumpulan prosedur untuk melakukan pengujian secara menyeluruh suatu sistem komputer dengan mempergunakan software dan tool untuk memelihara barang bukti tindakan kriminal.
2. Menurut Noblett, yaitu berperan untuk mengambil, menjaga, mengembalikan, dan menyajikan data yang telah diproses secara elektronik dan disimpan di media komputer.
3. Menurut Judd Robin, yaitu penerapan secara sederhana dari penyidikan komputer dan teknik analisisnya untuk menentukan bukti-bukti hukum yang mungkin.

II.2. Tujuan IT Forensics.
Adalah untuk mengamankan dan menganalisa bukti digital. Dari data yang diperoleh melalui survey oleh FBI dan The Computer Security Institute, pada tahun 1999 mengatakan bahwa 51% responden mengakui bahwa mereka telah menderita kerugian terutama dalam bidang finansial akibat kejahatan komputer. Kejahatan Komputer dibagi menjadi dua, yaitu :
1. Komputer fraud.
Kejahatan atau pelanggaran dari segi sistem organisasi komputer.
2. Komputer crime.
Merupakan kegiatan berbahaya dimana menggunakan media komputer dalam melakukan pelanggaran hukum.

II.3. Terminologi IT Forensics.
A. Bukti digital (digital evidence).
adalah informasi yang didapat dalam bentuk atau format digital, contohnya e-mail.
B. Empat elemen kunci forensik dalam teknologi informasi, antara lain :
1. Identifikasi dari bukti digital.
Merupakan tahapan paling awal forensik dalam teknologi informasi. Pada tahapan ini dilakukan identifikasi dimana bukti itu berada, dimana bukti itu disimpan dan bagaimana penyimpanannya untuk mempermudah tahapan selanjutnya.
2. Penyimpanan bukti digital.
Termasuk tahapan yang paling kritis dalam forensik. Bukti digital dapat saja hilang karena penyimpanannya yang kurang baik.
3. Analisa bukti digital.
Pengambilan, pemrosesan, dan interpretasi dari bukti digital merupakan bagian penting dalam analisa bukti digital.
4. Presentasi bukti digital.
Proses persidangan dimana bukti digital akan diuji dengan kasus yang ada. Presentasi disini berupa penunjukkan bukti digital yang berhubungan dengan kasus yang disidangkan.

II.4. Investigasi kasus teknologi informasi.
1. Prosedur forensik yang umum digunakan, antara lain :
a. Membuat copies dari keseluruhan log data, file, dan lain-lain yang dianggap perlu pada suatu media yang terpisah.
b. Membuat copies secara matematis.
c. Dokumentasi yang baik dari segala sesuatu yang dikerjakan.
2. Bukti yang digunakan dalam IT Forensics berupa :
a. Harddisk.
b. Floopy disk atau media lain yang bersifat removeable.
c. Network system.
3. Beberapa metode yang umum digunakan untuk forensik pada komputer ada dua yaitu :
a. Search dan seizure.
Dimulai dari perumusan suatu rencana.
b. Pencarian informasi (discovery information).
Metode pencarian informasi yang dilakukan oleh investigator merupakn pencarian bukti tambahan dengan mengandalkan saksi baik secara langsung maupun tidak langsung terlibat dengan kasus ini.


Sumber : irmarr.staff.gunadarma.ac.id/Downloads/files/11616/IT+Forensics.doc